Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Malam dan Hening yang Diciptakannya

Salah satu temanku ada yang bercerita padaku,   ia sedang merasa sepi dimalam hari, dan dari nadanya mengatakan itu, kelihatannya ia tidak senang dengan sepinya, tapi entahlah aku merasa bahwa   aku suka dengan sepi, aku menikmati sepinya malam hari dan aku merasa beruntung dapat merasakan sepi yang dibuat oleh malam. Ini semua mungkin karena kebiasaanku saat ini yang terlihat tidak normal, dimana aku akan aktif saat malam hari, dan ketika matahari menyapa bumi tempatku menetap, aku akan merasa yang ku butuhkan adalah memejamkan mata dan bermain ke alam mimpi. Saat kamu aktif dimalam hari, kamu akan merasakan bagaimana sepinya dan heningnya suasana yang malam ciptakan. Awalnya aku tidak terlalu menikmati itu, namun setelah beberapa waktu, aku mulai merasakan nyamannya keheningan malam. Karena heningnya lah yang membuatku memiliki banyak waktu untuk sekedar menyapa dan menanyakan kabar pada diriku sendiri. Mungkin awalnya kamu akan merasa asing dengan sekedar menanyakan k...

Nastar dan sebuah novel

Seperti layaknya hari raya idul fitri normal kebanyakan masyarakat di Indonesia, nastar bisa dikatakan merupakan salah satu kue "wajib" yang ada diatas meja rumah. Kali ini, nastar ditemani oleh sebuah novel, yang baru aja ku beli atas rekomendasi seseorang, bukan lah kombinasi yang umum sepertinya, namun merupakan kombinasi yang boleh menjadi referensi, karena manisnya selai nanas dalam sebuah nastar dan dipadukan bersama jokes  yang ada di novel tersebut membuat aku berfikir "kadaan sekarang ini, tidak seburuk itu kok". mungkin memang pandemi ini tidak semanis selai nanas dalam nastar, namun dengan adanya keadaan seperti ini, banyak hal yang dapat kita sadari dan syukuri. Banyak hal yang memang seharusnya kita lihat namun tidak kita lihat selama ini, tapi dengan adanya pandemi ini hal tersebut menjadi jelas terlihat didepan mata. Aku berfikir seperti itu bukan berarti aku berada dikeadaan nyaman dan senang dengan semua ini, namun aku hanya terbiasa untuk m...