Nastar dan sebuah novel
Seperti layaknya hari raya idul fitri normal kebanyakan masyarakat di Indonesia, nastar bisa dikatakan merupakan salah satu kue "wajib" yang ada diatas meja rumah. Kali ini, nastar ditemani oleh sebuah novel, yang baru aja ku beli atas rekomendasi seseorang, bukan lah kombinasi yang umum sepertinya, namun merupakan kombinasi yang boleh menjadi referensi, karena manisnya selai nanas dalam sebuah nastar dan dipadukan bersama jokes yang ada di novel tersebut membuat aku berfikir "kadaan sekarang ini, tidak seburuk itu kok". mungkin memang pandemi ini tidak semanis selai nanas dalam nastar, namun dengan adanya keadaan seperti ini, banyak hal yang dapat kita sadari dan syukuri. Banyak hal yang memang seharusnya kita lihat namun tidak kita lihat selama ini, tapi dengan adanya pandemi ini hal tersebut menjadi jelas terlihat didepan mata.
Aku berfikir seperti itu bukan berarti aku berada dikeadaan nyaman dan senang dengan semua ini, namun aku hanya terbiasa untuk mencoba melihat dari sisi lain dari sebuah kejadian. contohnya saja, baru baru ini aku menerima ajakan balikan oleh mantan kekasihku, namun ternyata belum jalan sebulan kejadian itu, kami (lebih tepatnya aku yang duluan berbicara, dan dia dengan mudahnya mengiyakan) memutuskan untuk memutuskan hubungan itu untuk kedua kainya wkwk. Sepertinya pacaran memang bukan sesuatu yang cocok untukku. Kejadian seperti itu, mungkin kebanyakan perempuan akan merasa sedih yang berkepanjangan, saat itu aku hanya merasa sedikit sedih karena keadaannya masih baik baik saja antara aku dan dia, namun beberapa hari setelah itu, ia bersikap ketus padaku, dan yah aku memilih untuk menjauhkan diri dari pada melanjutkan yang hanya menghasilkan rasa sakit. Dari kejadian itu, aku memandang bahwa mungkin memang sebaiknya saat ini haruslah seperti itu, kamu tidak bisa membuat semua orang berfikiran baik terhadapmu, dan kamu juga tidak bisa memaksa orang untuk bersikap baik terhadapmu, jadi aku tidak lagi memaksakan diriku untuk dipandang baik atau memiliki keadaan yang baik baik saja (kelihatannya) pada semua prang, termasuk pada mentan kekasih yang menyebalkan.
Perpaduan yang tidak terlihat umum, atau mungkin sedikit nyeleneh, tidak menandakan bahwa perpaduan itu sama sekali tidak cocok, hanya ada satu cara untuk mengetahuinya, try it, and you will know the answer.
Dan coba lah lihat suatu kejadian dari sudut pandang yang lain, ada banyak sudut pandang yang dapat dicoba, dan itu memberikan banyak pandangan baru.
thx, and happy holiday everyone!
Komentar
Posting Komentar